Bidan RSUD TUBABA Dipecat Sepihak Direktur, Sempat Kembali Dipekerjakan Didapur

- Penulis

Jumat, 12 Mei 2023 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

TULANGBAWANGBARAT, harianeksekutif.com – Bidan di Rumah Sakit Umum Tulang Bawang Barat, menjadi korban arogansi direkturnya. Pengabdian dan harapannya menjadi ASN atau PPPK dari jalur tenaga honorer harus berakhir ditangan sang direktur dr. Pramono Satrio Wibowo, pemberhentiannya hanya karena permasalahan spele yang sebetulnya bukan mutlak kesalahan sang Bidan.

Adalah DN, bidan honor asal Kabupaten induk (Tulangbawang) yang ditugaskan dibagian pendaftaran di RSUD Tulang Bawang Barat (Tubaba), mengaku telah bersusah payah mengabdi selama 7 tahun. Pulang Pergi (PP) Menggala – Panaragan, jarak yang cukup jauh dan masih banyak tempat sepi bukanlah hal yang mudah bagi seorang perempuan.

DN diduga dipecat diduga terlalu vocal menyampaikan aspirasi dan ada ketersinggungan Pramono lantaran Dena menyebut namanya tanpa menyertakan panggilan kehormatan selalu yakni panggilan Pak Direktur atau Pak Dokter pada saat berselisih faham dengan keluarga pasien.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awal mula permasalahannya, karena ada keluarga pasien orang dinas kesehatan menyampaikan akan mendaftar di jam yang sudah lewat siang, secara kebetulan pasien di RSUD Tubaba juga sedang full,” tutur DN.

Padahal, lanjutnya, apa yang ia sampaikan kepada keluarga pasien itu, merupakan kesepakatan bersama dengan para pegawai lainnya agar menutup sementara pendaftaran untuk pasien yang tidak gawat, mengingat didalam sedang banyak pasien dan di RSUD sedang dipenuhi para calon ASN yang sedang test Kesehatan.

“Mungkin tidak terima, orang dinas itu langsung telepon manajemen, singkatnya kami langsung dimarah,”kata Dena menceritakan permasalahan.

Selanjutnya, terus DN. Keluar pasien itu justru pergi begitu saja, setelah menelepon pihak manajemen. Harusnya, menurutnya bila sudah ada kenalan orang dalam kenapa tidak langsung berkomunikasi atau kenapa tidak bisa bersabar sedikit. Terlebih bukan merupakan pasien gawat darurat.

“Jadi waktu, itu ada kesalahan fahaman dengan keluarga pasien yang hendak mendaftarkan, saat itu saya menegur. Sang keluarga pasien dan Dena sedikit berargumen, secara spontanitas dan dalam keadaan emosional, saya mengatakan kenapa tidak langsung menelepon Pramono, nah itulah yang diduga jadi sebab ketersinggungan,”urai DN.

Baca Juga:  57 Orang Rombongan HPN PWI Lampung Bertolak ke Kendari

Esok harinya, sang Direktur langsung marah besar dengan memanggil keruangan kerjanya. Menyadari salah, dirinya langsung meminta untuk dimaafkan, namun Pramono tetap bersikukuh akan melakukan pemecatan, bahkan dia menantang siapa saja yang bisa melawan kehebatan pena yang digunakan dia dalam menandatangani surat.

“Pokoknya saya sudah berulangkali menyampaikan permohonan maaf, tapi tidak sedikitpun pak Pramono bergening. Dia justru meminta saya untuk mengerahkan keluarga atau orang dibelakang saya, untuk menghadapinya,”bebernya panjang.

“Silahkan kamu mau mengadu kepada siapapun, saya tidak takut. Mau mengadu ke Pj Bupati, DPRD, atau Wartawan saya tidak ada urusan,”kata DN menirukan ucapan mantan pimpinannya.

DN menyesalkan perlakuan tidak adil dari atasannya, yang mana para pegawai lainnya, hanya diberikan SP.1 tanpa harus ada pemberhentian. Dena tidak menyerahkan, beberapa kali dia menemui pihak manajemen untuk memberikannya kesempatan namun selalu ditolak, Parahnya lagi, sepekan lebih dari dia dilakukan pemecatan dia kembali dipekerjakan dibagian dapur setelah dirinya mengadu kepada Anggota DPRD.

Awalnya dirinya menganggap itu hanya hukuman untuk beberapa Minggu, namun berjalannya waktu. Dia tetap tidak ditarik ketempat semula atau dapat ditaruh ditempat sesuai bidang Pendidikannya. Akhirnya Dena harus memutuskan benar-benar berhenti.

Dalam kesempatannya, Bidan yang telah ditinggal ayahnya sejak ia masih kecil. Berharap sang direktur tidak berlaku sewenang-wenang terhadap bawahannya, dia juga berharap direktur dapat lebih bijaksana dan profesional tidak selalu menyombongkan jabatan dan dapat berlaku adil.

“Banyak sekali permasalahan dan kejanggalan dirumah sakit, permasalahan yang saya lakukan dengan teman-teman pendaftaran itu sangat spele, sebab kami sudah memberikan kesempatan agar keluarga pasien menunggu dan pasien pun belum tiba di RSUD, ada kelalaian besar lainnya yang menurut kami fatal dan ada indikasi tidak beres didalam manajemen,”tutup DN.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seribu Takjil untuk Negeri: Bupati Tulang Bawang Bersama GRANAT, BAZNAS, KORPRI dan PII Berbagi di Bulan Ramadhan
Wabup Hankam Hasan Monitoring SPPG di Menggala Timur dan Banjar Baru, Pastikan Standar Pelayanan dan Kelayakan MBG
Wabup Tulang Bawang Dampingi Gubernur Lampung Tinjau Ruas Jalan Rawajitu, Percepatan Perbaikan Dimulai April 2026
Realisasi Dana Desa 2025, Rp.959 juta, Tiyuh Gunung Menanti Perkuat Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan
BUMKam Karya Murni Jaya Kembangkan Usaha Ayam Petelur, Dorong Ekonomi Warga
Warga Prumnas Griya Nuansa dan Talang Tembesu Keluhkan Serbuan Lalat dari Kandang Ayam
Rere Nj Yusuf Audiensi dengan Ibu Bupati Tuba sebagai Persiapan Menuju Mister & Miss Tourism Indonesia 2026
Kampung Panca Karsa Purna Jaya Gelar Sosialisasi Teknologi Tepat Guna untuk Penguatan Pertanian 2025
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:38 WIB

Seribu Takjil untuk Negeri: Bupati Tulang Bawang Bersama GRANAT, BAZNAS, KORPRI dan PII Berbagi di Bulan Ramadhan

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:10 WIB

Wabup Hankam Hasan Monitoring SPPG di Menggala Timur dan Banjar Baru, Pastikan Standar Pelayanan dan Kelayakan MBG

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:00 WIB

Wabup Tulang Bawang Dampingi Gubernur Lampung Tinjau Ruas Jalan Rawajitu, Percepatan Perbaikan Dimulai April 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:52 WIB

Realisasi Dana Desa 2025, Rp.959 juta, Tiyuh Gunung Menanti Perkuat Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:37 WIB

BUMKam Karya Murni Jaya Kembangkan Usaha Ayam Petelur, Dorong Ekonomi Warga

Berita Terbaru

Uncategorized

eSignal Portable + Keygen [100% Worked] [Stable] GitHub

Rabu, 11 Mar 2026 - 18:04 WIB

Uncategorized

Hiew Portable + License Key [100% Worked] (x86x64) [Patch] 2026

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:18 WIB

Uncategorized

VMware Workstation 16 Crack + Keygen [Lifetime] Lifetime Ultimate

Rabu, 11 Mar 2026 - 04:28 WIB

Uncategorized

ActiveSMART Portable for PC Final (x86-x64) [Windows] 2026

Selasa, 10 Mar 2026 - 18:20 WIB