Tulang Bawang – Program Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di bidang peternakan ayam petelur telah banyak direalisasikan di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah program tersebut terbukti memberikan dampak positif dalam mendukung perekonomian lokal serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Program serupa kini diterapkan oleh Kampung Karya Murni Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang. Melalui BUMKam setempat, pemerintah kampung mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai salah satu program unggulan.
Kepala Kampung Karya Murni Jaya, Gunawan, menjelaskan bahwa program peternakan ayam petelur ini didanai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp142.194.000 untuk satu unit usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Usaha ayam petelur ini menjadi program andalan BUMKam untuk meningkatkan perekonomian warga,” ujar Gunawan.
Ia menerangkan, peternakan tersebut saat ini telah merealisasikan 500 ekor ayam petelur. Ayam-ayam tersebut diperkirakan akan mulai bertelur dalam waktu 20 hingga 30 hari ke depan, mengingat kondisi ayam yang sudah cukup besar dengan bobot rata-rata mencapai 1,3 kilogram per ekor.
“Dengan adanya peternakan ayam petelur ini, diharapkan dapat menghidupkan perekonomian masyarakat. Mulai dari pengelolaan hingga pemasaran hasil telur akan melibatkan warga asli Kampung Karya Murni Jaya,” tambahnya.
Sementara itu, Mujiyanto, selaku pengurus peternakan ayam petelur BUMKam, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut. Ia menyebutkan bahwa Camat Banjar Baru juga telah meninjau langsung kandang ayam saat ayam baru tiba.
“Alhamdulillah, kemarin siang Pak Camat Banjar Baru sudah menengok langsung ke kandang. Malamnya ayam datang, dan beliau juga sempat mengecek kondisi ayam,” ujar Mujiyanto.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kampung dan Ketua BUMKam karena dengan adanya peternakan ayam petelur ini, dirinya mendapatkan tambahan penghasilan.
“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp800 ribu per hari karena saya dipercaya mengurus ayam. Tugas saya memberi makan dan minum dua kali sehari, pagi dan sore. Pada malam hari sekitar pukul 12, lampu kandang dimatikan agar ayam bisa beristirahat,” jelasnya.
Mujiyanto berharap ayam petelur yang telah dibeli dapat segera bertelur sesuai harapan.
“Ayam yang dibeli kondisinya sudah besar-besar, jadi tidak lama lagi, mudah-mudahan sudah mulai bertelur,” pungkasnya.













