Tulang Bawang-Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan di pelosok negeri, dua guru Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Lampung.
Semangat dan dedikasi mereka menjadi bukti nyata bahwa inovasi pendidikan tidak mengenal batas geografis.
Adalah Wahyu Nur Istiqomah, M.Pd.I, guru produktif PAI dari SDN Pendowo Asri, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Inovasi Guru PAI 2025 dalam ajang Pentas PAI Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kompetisi bergengsi yang diadakan oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Provinsi Lampung ini digelar di Lampung Tengah pada 5 Oktober 2025, dan diikuti oleh ratusan pendidik dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, hingga GPAI.
Sebelumnya, pada 2 November 2024, prestasi serupa juga diraih oleh Evi Yulisma, M.Pd.I, guru PAI dari SMPN 1 Dente Teladas, yang sukses meraih Juara 3 Guru Inovatif PAI Tingkat Provinsi dalam ajang serupa yang diselenggarakan di Kota Bandar Lampung.
Ajang inovasi ini menjadi wadah bagi para guru untuk menampilkan kreativitas dan kecerdasan pedagogis dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, serta solusi inovatif guna meningkatkan mutu pendidikan agama di era digital.
Karya inovatif yang dihasilkan oleh Ibu Wahyu dan Ibu Evi mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan menyentuh kebutuhan siswa, sekaligus membuktikan bahwa guru di daerah pelosok pun mampu berpikir dan berkarya secara global.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh guru PAI di Tulang Bawang.
Semoga karya ini menjadi motivasi bagi rekan-rekan guru lain untuk terus berinovasi dan mengabdi dengan sepenuh hati,” ujar Ibu Wahyu dan Ibu Evi usai menerima penghargaan.
Kasi PAPKI Kemenag Tulang Bawang, H. Sumar, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa guru PAI Tulang Bawang memiliki daya saing dan kapasitas luar biasa.
Kami akan terus mendukung setiap langkah pengembangan inovasi pembelajaran agar semangat ini menular ke seluruh satuan pendidikan,”tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala SMPN 1 Dente Teladas, Sodriyadi, S.Ag., M.Pd.I, dan Kepala SDN 01 Pendowo Asri, Suroto, turut menyampaikan rasa bangga dan haru.
“Akses jalan di wilayah kami memang berat, tapi semangat para guru kami jauh lebih kuat. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi,” ujar keduanya.
Keberhasilan dua guru inspiratif ini menjadi cerminan bahwa dedikasi, inovasi, dan semangat pantang menyerah dapat menembus segala keterbatasan.
Dente Teladas kini bukan hanya dikenal sebagai wilayah terpencil di Tulang Bawang, tetapi juga sebagai tanah kelahiran para pendidik inovatif yang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para guru lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan agama Islam yang berkualitas, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman. (red)













