Tulang Bawang – Sebanyak 26 anggota Kelompok Tani mengikuti kegiatan Sosialisasi Pendampingan dan Pembinaan Pertanian dalam Pengenalan Teknologi Tepat Guna Tahun Anggaran 2025 di Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Tulang Bawang.
Kegiatan berlangsung di Balai Kampung Panca Karsa Purna Jaya dan dihadiri oleh Kepala Kampung Bakri beserta jajaran, para ketua Gapoktan, serta seluruh anggota kelompok tani.
Dalam sambutannya, Kepala Kampung Bakri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi tepat guna, khususnya terkait pembuatan Suplemen Tanah Cair (STC).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih kepada seluruh ketua Gapoktan dan anggota yang hadir. Acara ini sangat penting sebagai pelatihan bagi para petani. Pembuatan STC ini nantinya akan meningkatkan kualitas pupuk cair organik dan ketahanan pangan. Apa pun jenis tanaman, insya Allah hasilnya akan lebih baik,” ujar Bakri.
Pada kesempatan yang sama, Melinda selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Banjar Baru—yang ditugaskan untuk membina dua kampung—menyampaikan materi mengenai tata cara pembuatan STC. Ia menekankan pentingnya wadah komunikasi melalui grup WhatsApp untuk memudahkan penyampaian informasi terbaru dari Kementerian Pertanian.
Melinda juga menyampaikan informasi bahwa harga pupuk tahun 2026 diperkirakan turun sebesar 20 persen, sehingga dapat meringankan beban petani dan Gapoktan.
Bahan dan Tahapan Pembuatan STC
Melinda menjelaskan bahwa pembuatan STC membutuhkan beberapa bahan utama seperti biang mikroba/starter 16 liter, PC 10 liter, azomit, dolamit, air kelapa, serta air limbah kedelai atau air cucian beras, hingga total campuran mencapai 170 liter.
Adapun tahapan pembuatannya meliputi:
1. Siapkan seluruh bahan.
2. Masukkan air kelapa, air limbah kedelai, dan air cucian beras.
3. Tambahkan azomit.
4. Aduk hingga merata menggunakan pengaduk non-logam.
5. Masukkan bahan PC dan aduk kembali.
6. Tambahkan dolamit dan aduk merata.
7. Nyalakan aerator selama 3 hari sebelum memasukkan biang mikroba.
8. Masukkan 16 liter biang mikroba dan aerator tetap menyala.
9. Tiga hari berikutnya lakukan pengadukan tiap pagi.
10. Hari ke-4 hingga hari ke-20 aerator tetap menyala tanpa diaduk.
11. Hari ke-20–23 aerator dimatikan, drum ditutup rapat.
12. Hari ke-23 proses selesai dan STC siap digunakan.
Melinda berharap seluruh anggota kelompok tani dapat memahami proses pembuatan STC tersebut. Jika ada yang belum paham, ia meminta agar segera menyampaikan kepada kelompok tani atau langsung menghubunginya.
Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengembangkan pupuk organik guna memperkuat ketahanan pangan di Kampung Panca Karsa Purna Jaya.(red)













