Kios Pupuk Subsidi Sampoerna Langgar Aturan Pemerintah

- Penulis

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

TULANGBAWANG, HARIANEKSEKUTIF.COM – Ditemukan ada distributor dan pengecer pupuk nakal, yang mempermainkan para petani ada pelanggaran terhadap penjualan dan penyaluran pupuk bersubsidi oleh oknum kios pengecer Sampoerna Kampung Bakung Rahayu Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung.

Penyaluran Pupuk Bersubsidi tersebut, diduga jadi ajang bisnis ilegal yang dijual secara bebas oleh oknum distributor dan pengecer kios Sampoerna, di Kampung Bakung Rahayu yang menjual Pupuk Bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sedangkan, harga pupuk bersubsidi yang tertera di Peraturan Menteri Pertanian adalah, untuk UREA Rp2250/KG setara dengan Rp112.500/sak dan untuk NPK PHONSKA Rp2300/Kg setara dengan Rp115000/Sak. Namun hal yang terjadi di Kios Sampoerna Kampung Bakung Rahayu, berbanding harga yang sangat jauh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti pengakuan para kelompok tani P
penanaman singkong di kampung Bakung Rahayu Ber Inisial (SR) saat Diminta Keterangan tim investigasi di lapangan mengatakan, bahwa ada dua kios pupuk, satu tempat Yusup dan yang satunya tempat Ariri.

Baca Juga:  Jual Pupuk Bersubsidi Melebihi HET Petani Kampung Bedarou Indah Menjerit

“Kami sering kali beli tempatnya Ariri dengan harga Rp400.000Per”Kwintal UREA & PHONSKA, karena dalam satu hektar petani singkong nebus nya pakai (RDKK) cuma dapat dua kwintal, tapi kalau mau beli diluar (RDKK) bisa juga lima kwintal pun bisa, namun dengan harganya beda Rp450.000,”ungkapnya.

Sementara, anggota kelompok tani yang berada dikampung Bakung Rahayu RT/O2/RW/04 Broto, mengatakan, dia juga terganbung di kelompok tani, tapi ia dari dahulu hanya menanam singkong seluas 10 Ha.

“Saya beli pupuk subsidi di kios Ariri melalui (RDKK) dan Per hektar nya mendapatkan empat kwintal dengan harga Rp400.000 rupiah per”Kwintal UREA & PHONSKA, karena disini tidak ada kelompok tani yang menanam padi dan cabek, kebanyakan petani singkong dan yang menanam jagung hanya ada dua hektar saja sebentar lagi akan panen,”terang Broto. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BLT DD 2026 Disalurkan Ketat dan Selektif, Pemerintah Kampung Prioritaskan yang Paling Membutuhkan
PAUD Dharma Wanita Permata Hati Jadi Tuan Rumah Edukasi Tertib Lalu Lintas
Anggota DPRD Farris Andy Kantona Hadiri HUT ke-29 Kabupaten Tulang Bawang
Seribu Takjil untuk Negeri: Bupati Tulang Bawang Bersama GRANAT, BAZNAS, KORPRI dan PII Berbagi di Bulan Ramadhan
Wabup Hankam Hasan Monitoring SPPG di Menggala Timur dan Banjar Baru, Pastikan Standar Pelayanan dan Kelayakan MBG
Wabup Tulang Bawang Dampingi Gubernur Lampung Tinjau Ruas Jalan Rawajitu, Percepatan Perbaikan Dimulai April 2026
Realisasi Dana Desa 2025, Rp.959 juta, Tiyuh Gunung Menanti Perkuat Tata Kelola dan Pembangunan Berkelanjutan
BUMKam Karya Murni Jaya Kembangkan Usaha Ayam Petelur, Dorong Ekonomi Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 10:43 WIB

BLT DD 2026 Disalurkan Ketat dan Selektif, Pemerintah Kampung Prioritaskan yang Paling Membutuhkan

Jumat, 3 April 2026 - 14:33 WIB

PAUD Dharma Wanita Permata Hati Jadi Tuan Rumah Edukasi Tertib Lalu Lintas

Rabu, 1 April 2026 - 17:01 WIB

Anggota DPRD Farris Andy Kantona Hadiri HUT ke-29 Kabupaten Tulang Bawang

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:38 WIB

Seribu Takjil untuk Negeri: Bupati Tulang Bawang Bersama GRANAT, BAZNAS, KORPRI dan PII Berbagi di Bulan Ramadhan

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:10 WIB

Wabup Hankam Hasan Monitoring SPPG di Menggala Timur dan Banjar Baru, Pastikan Standar Pelayanan dan Kelayakan MBG

Berita Terbaru

Uncategorized

KMSpico Crack tool [Lifetime] (x86-x64) [Full] 2026

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:16 WIB