Rico Rivaldi: Hasil Aksi Damai, Menunggu Proses DPRD Hearing dan Berikan Rekom Permintaan Audit Ke APIP dan APH

- Penulis

Senin, 8 September 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc F47riot

i

Foto : Istimewa (doc F47riot

TULANG BAWANG BARAT –Puluhan wartawan yang tergabung dalam aliansi Media Tubaba Bersatu akhirnya turun ke jalan. Dengan wajah yang penuh kekecewaan bercampur harapan, mereka melangkah mantap sembari mengangkat poster-poster sederhana yang ditulis tangan. Meski terlihat sederhana, namun tulisan di atas karton putih itu menyimpan makna yang dalam, sebuah ungkapan getir dari insan pers yang merasa keadilan kian jauh dari genggaman.

Aksi damai yang digelar ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Bagi para Wartawan, ini adalah jeritan hati. Jeritan yang lahir dari rasa luka, karena selama ini mereka merasa haknya terpinggirkan dan suara mereka diabaikan. Di bawah teriknya matahari siang, langkah demi langkah mereka menuju kantor pemerintah daerah, menyatukan suara lantang penuh kesedihan. Poster bertuliskan “Kami Minta APH Periksa Anggaran TH 2023–2025” dan “Kami Minta Pejabat Kominfo Diganti” menjadi saksi nyata betapa perasaan kecewa itu sudah tak bisa lagi dibendung.

Dalam aksinya, para wartawan menyuarakan lima tuntutan utama, yang intinya menekankan evaluasi kinerja pejabat, keadilan, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tulang Bawang Barat. Beberapa di antaranya adalah:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendesak evaluasi serius terhadap kinerja Dinas Kominfo Tubaba, sekaligus meminta agar pejabat yang dinilai gagal segera diganti.

Menuntut audit anggaran Kominfo Tubaba oleh Aparat Penegak Hukum (APH) – Kejaksaan Negeri dan Tipikor Polres Tubaba – khususnya terkait penggunaan dana APBD tahun 2024–2025.

Menagih transparansi serta pemerataan anggaran publikasi agar seluruh media diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi.

Aksi yang berjalan damai itu akhirnya mendapat respon dari Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, yang turun langsung didampingi oleh mantan Kepala Dinas Kominfo, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., serta Penjabat Sekretaris Daerah, Perana Putra, S.H., M.H.. Dalam dialog terbuka bersama perwakilan wartawan, Nadirsyah berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Saya minta pejabat Kominfo jangan mempersulit kawan-kawan media. Anggaran yang terserap harus dijelaskan secara transparan. Jika memang ada pejabat yang tidak bisa menjalankan tugas sesuai amanah, maka akan kami evaluasi bahkan ganti,” tegas Nadirsyah di hadapan massa aksi, Senin (8/9/2025).

Sementara itu, mantan Kadis Kominfo Tubaba, Eri Budi Santoso, memberikan penjelasan terkait sorotan yang diarahkan kepadanya. Ia menyebut saat ini tercatat 311 media cetak, siber, dan elektronik yang telah terdaftar di Kominfo, dan sebagian besar sudah menjalin kerja sama. Namun, ia menambahkan bahwa masih ada beberapa media yang belum bisa terakomodir karena terkendala kelengkapan administrasi sesuai aturan dan ketentuan undang-undang.

Baca Juga:  Soal Website LPSE Tubaba Satker Terkait Saling Lempar

Pernyataan itu justru menimbulkan pertanyaan besar di benak peserta aksi. Rico, selaku Korlap Aksi, menilai angka 311 media tersebut sangat janggal.

Dalam hal ini Korlap Media Tubaba Bersatu ini akan menunggu upaya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat untuk segera melakukan Rapat Dengar Pendapat, apabila tidak adanya keputusan dari DPRD tentunya Wartawan Tubaba yang tergabung dalam Media Tubaba Bersatu akan langsung melaporkan ke APH untuk segera di lakukan audit anggaran Dinas Kominfo Kabupaten Tulangbawang Barat.

“Setahu kami hanya sekitar 220 media yang tercatat di Kominfo. Kok bisa sekarang muncul angka 311 media? Dari mana seratus media itu tiba-tiba datang? Apakah ada biro yang memegang lebih dari satu media, atau memang ada media ‘siluman’ yang selama ini tidak pernah kami ketahui?,” ungkap Rico dengan nada kecewa.

“Yang pasti kita minta ada keputusan dari DPRD, dengan menaruh harapan agar DPRD Tubaba memberikan Rekomendasi kepada APH agar anggaran di dinas Kominfo segera di audit,” tegas dia.

Perbedaan data yang cukup signifikan itu semakin mempertebal kecurigaan para wartawan terhadap pengelolaan anggaran Kominfo. Mereka menilai ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam pembagian dana publikasi, karena setiap media seharusnya memiliki hak yang sama tanpa terkecuali.

Aksi damai tersebut bukan hanya menyuarakan kepentingan pribadi, melainkan menjadi tonggak perjuangan insan pers Tubaba untuk menjaga marwah jurnalisme sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai aturan hukum.

Tidak berhenti di kantor Kominfo, rombongan wartawan kemudian bergerak melanjutkan aksi menuju kantor DPRD Tulang Bawang Barat. Suasana semakin haru ketika mereka disambut langsung oleh Wakil Ketua DPRD, Kuncoro, yang menerima 10 perwakilan wartawan untuk masuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Meski singkat, pertemuan ini menjadi ruang tambahan bagi wartawan untuk menegaskan tuntutan yang sama, evaluasi, transparansi,ko dan keadilan dalam pengelolaan anggaran publikasi.

Di penghujung aksi, meski ada janji evaluasi dan tindak lanjut dari Wakil Bupati maupun DPRD, para wartawan masih meninggalkan lokasi dengan hati berat. Mereka berharap, suara yang telah diteriakkan dengan penuh perjuangan itu tidak berhenti sebagai janji manis di atas kertas, melainkan benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata demi terciptanya keadilan dan transparansi bagi seluruh media di Tubaba.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan
Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati
Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang
Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru
Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk
Dana Pemeliharaan Dipertanyakan, Gedung SDN 01 Sumber Makmur Masih Rusak dan Membahayakan Siswa
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan

Kamis, 23 April 2026 - 20:07 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Rabu, 22 April 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang

Berita Terbaru