Tulang Bawang — Kebijakan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru,Kabupaten Tulangbawang menuai sorotan tajam.Pasalnya, dana pemeliharaan gedung yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diduga lebih diprioritaskan untuk pembangunan taman dan podium, sementara kondisi ruang kelas justru memprihatinkan dan berpotensi membahayakan siswa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah plafon ruang kelas terlihat rusak parah. Bahkan, beberapa bagian sudah bolong, mengelupas, dan nyaris ambruk. Kondisi ini tentu mengancam keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 1 Suka Bhakti, Dewi S. Rini, S.Pd., mengakui bahwa selama menjabat kurang lebih empat tahun, dirinya lebih fokus pada pembangunan taman dan podium sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya di sini kurang lebih sudah menjabat empat tahun, dan selama itu saya fokus membuat taman serta podium,” ujarnya, Senin (13/4).
Terkait kerusakan plafon yang hampir merata di ruang kelas, ia menyebut perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.
“Untuk plafon yang rusak belum bisa kami perbaiki semuanya, kemungkinan akan dilakukan secara bertahap,” katanya singkat.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai keluhan dari wali murid. Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat khawatir dengan kondisi bangunan sekolah yang dinilai tidak layak.
“Saya sangat khawatir anak saya belajar di sana. Hampir seluruh plafon rusak, bahkan di dalam kelas sudah banyak yang mengelupas. Ini sangat berbahaya,” ungkapnya.
Ia juga mempertanyakan kebijakan pihak sekolah yang dinilai tidak memprioritaskan keselamatan siswa.

“Kenapa harus membuat taman kalau yang lebih penting justru perbaikan plafon? Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegasnya.


Wali murid tersebut berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung serta mengambil langkah tegas.(rds/tim)














