Tulang Bawang – Polemik dugaan pemberhentian tiga guru honorer di SD Negeri 1 Astra Ksetra semakin memanas dan memunculkan tanda tanya publik. Pernyataan Kepala Sekolah, Arum Rahmawati, yang membantah adanya pemberhentian justru dinilai tidak sejalan dengan fakta di lapangan.
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (18/4), Arum Rahmawati dengan tegas menyebut bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak benar. Ia mengklaim tidak ada guru honorer yang diberhentikan dan seluruh tenaga pengajar masih aktif seperti biasa.
“Pemberitaan itu tidak benar. Saya juga sudah memberikan klarifikasi ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia bahkan mempersilakan untuk melakukan pengecekan langsung ke sekolah.
“Guru-guru di sini hari ini masuk semua, silakan dicek,” tambahnya.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh keterangan narasumber berinisial M yang menyebut kondisi di lapangan justru berbeda. Ia mengungkapkan bahwa para guru honorer yang sebelumnya diberhentikan hingga kini belum kembali mengajar.
“Sampai hari ini kami belum kembali beraktivitas di SDN 1 Astra Ksetra,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dua tenaga guru honorer paruh waktu (PW) yang menggantikan Tiga guru honorer yang diberhentikan tersebut,belum berani masuk ke sekolah lantaran belum mengantongi Surat Perintah Tugas (SPT) secara resmi.
“Untuk guru honorer paruh waktu yang mungkin menggantikan kami,belum berani masuk Bang kamarin itu, karena belum ada SPT tertulis. Yang ada baru sebatas file, belum resmi,” jelasnya.
Situasi semakin janggal setelah persoalan ini mencuat ke publik. Salah satu guru honorer yang sebelumnya sempat berpamitan kepada siswa dikabarkan kembali dihubungi pihak sekolah untuk diminta bekerja lagi.
“Setelah ramai diperbincangkan, salah satu guru berinisial EF dihubungi kembali oleh pihak sekolah. Padahal sebelumnya yang bersangkutan sudah pamit kepada siswa,” tambahnya.
Tak hanya itu, dugaan keterlibatan oknum dari Dinas Pendidikan juga ikut mencuat. Disebutkan bahwa ada pihak dari dinas yang sempat menghubungi salah satu guru honorer yang diberhentikan untuk menghadap ke Dinas Pendidikan.
“Sekitar hari Rabu, ada oknum dari Dinas Pendidikan yang menghubungi saya bang, untuk datang ke dinas. Namun saya belum bisa hadir karena ada urusan keluarga,saya juga kurang tahu tujuan mereka apa menghubungi saya. ” katanya.
Perbedaan pernyataan antara pihak sekolah dan fakta di lapangan ini memicu sorotan publik terkait transparansi dan akuntabilitas kebijakan di lingkungan pendidikan. Masyarakat pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang untuk turun langsung menyelesaikan persoalan tersebut secara objektif.
“Harapan kami berdua, Dinas Pendidikan segera turun tangan dan memberikan kejelasan serta keadilan bagi kami para guru honorer,” tutup narasumber.(rds)













