Tulang Bawang Barat – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tulang Bawang Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan inklusif yang berkualitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Sejak berdiri pada 17 Juli 2017, sekolah ini telah menampung 126 siswa dengan berbagai ketunaan, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa hingga autisme pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB.
Dalam mendukung proses pembelajaran, SLB Negeri Tulang Bawang Barat diperkuat oleh tenaga pendidik yang terdiri dari 20 guru ASN, 3 guru honorer, 2 tenaga kependidikan ASN, serta 2 tenaga pendidik honorer. Selain pembelajaran akademik, sekolah ini juga mengembangkan berbagai keterampilan siswa seperti kecantikan, souvenir, tata boga, seni tari, tata busana, melukis, desain grafis, hingga otomotif sederhana.
Tak hanya itu, sekolah juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti UKS, keagamaan, dan pramuka, serta berperan dalam berbagai peringatan hari besar nasional dan internasional, termasuk Hari Batik, HUT RI, dan Hari Disabilitas Internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah prestasi pun berhasil diraih, di antaranya Juara 1 FLS2N cabang pantomim tingkat Provinsi Lampung yang mewakili ke tingkat nasional, Juara 1 catur tuna netra O2SN tingkat provinsi, serta berbagai juara lainnya di bidang tata boga dan desain grafis. Di sisi tenaga pendidik, guru SLB Negeri Tulang Bawang Barat juga berhasil meraih penghargaan tingkat provinsi hingga nasional sebagai guru berprestasi dan berdedikasi.
Meski demikian, pihak sekolah mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana. Beberapa kebutuhan mendesak di antaranya pembangunan pagar sekolah untuk keamanan, aula sebagai tempat kegiatan, serta musholla untuk menunjang kegiatan keagamaan.
Kepala SLB Negeri Tulang Bawang Barat, Askoni A, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan meskipun dengan keterbatasan yang ada.
“Kami berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Walaupun masih ada keterbatasan sarana, kami terus berupaya mengusulkan kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan agar kebutuhan fasilitas dapat terpenuhi secara bertahap. Harapan kami, dengan dukungan semua pihak, SLB Negeri Tulang Bawang Barat dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Askoni.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan pendidikan di SLB Negeri Tulang Bawang Barat diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya, karena pembiayaan operasional sepenuhnya bersumber dari dana BOSNAS.
Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, SLB Negeri Tulang Bawang Barat optimistis dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, inklusif, dan berprestasi di masa mendatang.(rds)













