Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang – Dugaan praktik pungutan terhadap Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) mencuat di Kecamatan Penawartama. Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD/TK setempat diduga menarik iuran sebesar 5 persen dari setiap pencairan dana BOP milik sekolah.

Informasi ini diungkapkan oleh salah satu kepala sekolah taman kanak-kanak yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut, setoran tersebut dilakukan setiap dana BOP dicairkan sebesar 5 persen.

“Dalam setahun kami menyetorkan sekitar 5 persen dari dana BOP ke PKG kecamatan,” ujar narasumber.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa setoran tersebut awal dana BOP di cairkan.

“Kami stor awal dana BOP cair langsung kami berikan semuanya yakni 5 persen selama setahun,” tambahnya.

Pengakuan mengejutkan justru datang dari Ketua PKG Kecamatan Penawartama, Rori Kordedi, yang juga menjabat sebagai kepala sekolah PAUD. Ia membenarkan adanya penarikan dana tersebut dari para kepala sekolah.

“Iya, benar. Kepala sekolah PAUD dan TK menyetorkan 5 persen kepada saya selaku Ketua PKG kecamatan,” kata Rori, Kamis (23/4).

Baca Juga:  Bupati Winarti Realisasi 25 program Serahkan SPPT PBB-P2 Kepada Masyarakat Miskin

Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan rutin PKG setiap bulan yang diklaim telah disepakati bersama oleh para kepala sekolah.

“Dana itu digunakan untuk kegiatan bulanan kami. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama kepala sekolah di Kecamatan Penawartama,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Saat dimintai bukti administrasi berupa berita acara kegiatan yang dibiayai dari dana tersebut, Rori terlihat tidak siap memberikan penjelasan.

“Kalau berita acara kegiatan, nanti saya buatkan dulu,” ucapnya dengan nada ragu.

Lebih lanjut, Rori juga mengakui bahwa pungutan tersebut tidak memiliki dasar hukum atau regulasi dari pemerintah daerah.

“Memang tidak ada aturan dari pemerintah terkait setoran 5 persen ini. Ini hanya inisiatif kami bersama kepala sekolah,” pungkasnya.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan dana BOP, yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk operasional pendidikan. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik pun dipertanyakan, dan diharapkan pihak terkait segera turun tangan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati
Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang
Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru
Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk
Dana Pemeliharaan Dipertanyakan, Gedung SDN 01 Sumber Makmur Masih Rusak dan Membahayakan Siswa
Kampung Mekar Indah jaya membagikan BLT. 4(KPM) ke warga 
Disorot! Bengkel Las Mesin Bor di Menggala Timur Raup Ratusan Juta, Diduga Belum Kantongi Izin Resmi
Peringati hari jadi ke 28 pemakaman mekar indah jaya potong tumpeng
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Rabu, 22 April 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang

Selasa, 14 April 2026 - 17:11 WIB

Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru

Senin, 13 April 2026 - 18:48 WIB

Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk

Berita Terbaru