Kepala Puskesmas Banjar Baru Berulang Kali Coba Perkosa Pegawainya

- Penulis

Rabu, 1 Maret 2023 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

TULANGBAWANG, harianeksekutif.com – Biadab, kalimat itulah yang pantas di sematkan kepada YSK oknum Kepala Puskesmas di Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang. Pasalnya, dirinya diduga tega hendak memperkosa Ibu muda yang tak lain adalah pegawainya sendiri yang tinggal seorang diri karena suami bekerja diluar kota.

Perlakuan tak senonoh itu dibongkar ZA selaku korban lantaran sudah tidak tahan dengan perlakuan atasannya tersebut.

ZA menceritakan kejadian tersebut kepada salah satu rekan kerjanya. Selanjutnya dia juga meminta dihubungkan dengan rekan media yang dapat membantunya agar tidak jadi objek ‘mainan’ YSK.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Singkatnya, kepada salah satu Jurnalis Investasi di salah satu media nasional, yang juga sudah seperti kerabat dengannya. ZA mengaku bahwa dirinya berulang kali dilakukan pelecehan saat kantor Puskesmas atau asrama dalam keadaan sepi pada pagi hari.

Kepada AAS jurnalis yang sudah seperti kerabat dengannya, mengaku telah berulang kali mengalami pelecehan dan menghindari upaya perkosaan yang dilakukan oleh atasan. Perempuan perantauan ini pun mengaku sangat ketakutan, jijik dan trauma mengingat beberapa kali peristiwa yang sudah terjadi.

Teranyar, ZA mengaku telah dicium paksa oleh YSK dibagian ubun-ubun kepala. ZA sendiri mengaku takut dan tidak berdaya kala itu karena dirinya hanya sendiri saat itu, bahkan akibat kejadian tersebut ZA mengaku trauma.

” Waktu itu saya dicium paksa bagian ubun-ubun saya, tetapi saya terus berusaha menghindari tapi ya. Jijik sama trauma saya Ahi kalau ngingetin semuanya,”kata AAS menirukan pengakuan ZA saat menghubunginya.

Mendapati pengakuan tersebut, AAS kemudian langsung menghubungi istri terduga pelaku pelaku, istri YSK sendiri saat itu meminta masalah tersebut jangan diperpanjang. Dirinya meminta kasus suaminya agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga:  Pedagang Mengeluh, Kondisi Pasar Dayamurni Memprihatinkan

Namun, berjalannya waktu. Sang istri YSK tersebut memutus komunikasi kepada AAS selaku pihak yang telah dipercayakan untuk menyelesaikan permasalah antara atasan yang diduga menyalahgunakan wewenang terhadap bawahannya tersebut.

Hal lebih mengganjal lainnya, ZA yang sebelumnya selalu berkeluh kesah dan mengaku tertekan serta tak nyaman juga selalu meminta agar diberikan pelajaran (dilaporkan,red) kepada YSK.

Belakangan pun berubah arah, dirinya meminta namanya tidak disangkut pautkan. Bahkan dirinya juga meminta kasus tersebut tidak diperpanjang karena sudah berlalu, dirinya mengaku akan lebih hati-hati dan jaga diri.

Berbagai kejanggalan pun nampak terlihat, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan yang diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Ari Sandi. Keesokan harinya YSK dipanggil untuk dipertanyakan.

Dihadapan Kepala Dinas Kesehatan Fatoni dan Sekretaris, YSK membantah tidak melakukan pelecehan, dirinya mengaku hanya sekedar numpang singgah di asrama perempuan milik ZA untuk sekadar istirahat, dirinya pun mengklaim hanya bersandar didinding kamar ZA.

Tidak adanya itikad baik YSK atas perbuatannya, kasus tersebut direncanakan akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib. AAS berharap penyidik yang lebih cakap dan profesional mampu membongkar kasus yang terkesan ditutup-tutupi tersebut.

“Adanya kasus ini di Tulangbawang, menunjukkan Tulangbawang belum termasuk Kabupaten/Kota yang aman bagi perempuan. Ini juga tentunya bertolak belakang dengan nawacita Pemerintah Pusat, mengenai revolusi mental dan ASN BerAKHLAK,”cetus AAS.

Dalam kesempatan AAS meminta Pj Bupati Tulangbawang, Drs. Qudratul Ikhwan agar mengevaluasi menyeluruh pimpinan Puskesmas di Tulangbawang, termasuk para pimpinan di Dinas Kesehatan agar dapat ditunjuk pejabat yang mumpuni dalam segi pelayanan serta pembinaan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot
SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan
Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati
Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang
Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru
Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:08 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan

Kamis, 23 April 2026 - 20:07 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Rabu, 22 April 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati

Berita Terbaru