Kecamatan Kota Lambar Kembali Zona Merah Wabah Covid-19

- Penulis

Rabu, 28 April 2021 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

LAMPUNG BARAT (HE) – Lagi, berdasarkan data yang bersumber dari Gugus tugas Penanganan Covid-19 Lampung Barat (Lambar), kecamatan Balik Bukit dinyatakan berada dalam kategori zona merah yakni dengan kriteria resiko tinggi. Ikhwal demikian, kasus terkonfirmasi Covid-19 di kabupaten berjuluk Bumi Beguwai Jejama tersebut bertambah enam kasus.

Informasi bertambahnya warga Lambar terpapar virus asal wuhan cina itu dijelaskan Satgas penanganan dan pencegahan Covid-19 Bidang Komunikasi Publik pada Dinas Kesehatan Lambar, Erna Yanti, saat dihubungi haluanlampung.com, Rabu (28/4/2021).

“Hari ini kasus Covid-19 bertambah enam kasus, 3 diantaranya berada di kecamatan Balik Bukit dan tiga lainnya warga Kecamatan Pagar Dewa,” Katadia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun ketiga warga balik bukit dinyatakan positif setelah sebelumnya ditelusuri dengan Swab test.

” Untuk ketiga pasien di Balik Bukit satu diantaranya tidak mempunyai riwayat keluar daerah, namun ada kegiatan perkantoran yang berinteraksi dengan masyarakat, dan satu lainnya juga tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah hanya saja pasien tercatat bekerja di salah satu provider telekomunikasi dan satu diantaranya hasil tracing terkonfirmasi sebelumnya,” Jelasnya.

Baca Juga:  Pekon Hujung Gelar Pisah Sambut Mahasiswa KKN UIN RIL dan STIT Multazam

” Sedangkan tiga terkonfirmasi di kecamatan Pagar Dewa diketahui dengan mekanisme Tracing, saat ini masing-masing medis di Kecamatan terkait sedang melakukan tracing tindak lanjut, kini ke enam warga tersebut dilakukan isolasi dengan pengawasan ketat,” Tambahnya.

Erna pun menghimbau, dengan bertambahnya enam kasus baru tersebut menjadi alarm untuk semakin taat menjalankan Prokes dan himbauan pemerintah. Sementara itu, sejak pandemi berlangsung sejak 2020 lalu total terkonfirmasi menjadi 563 kasus, 557 kasus lama, selesai isolasi 506 dan 22 diataranya dinyatakan meninggal dunia.

” Pandemi ini belum usai, kita harus waspada dan berikhtiar dengan taat Prokes, walau sudah ada vaksin bukan berarti kita sepelekan, virus ini nyata adanya,” Pungkas dia.

 

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot
SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan
Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati
Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang
Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru
Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:08 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan

Kamis, 23 April 2026 - 20:07 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Rabu, 22 April 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati

Berita Terbaru