Harga Terlalu Murah, Tomat di Lambar Dibuang Layaknya Sampah

- Penulis

Senin, 24 Mei 2021 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

LAMPUNG BARAT (HE) — Hasil panen yang melimpah serta didukung dengan harga yang stabil tentu menjadi harapan bagi petani di Lampung Barat (Lambar), namun itu hanya menjadi isapan jempol semata. Pasalnya, ditengah musim panen justru sejumlah agen sayur di Lambar terpaksa membuang buah tomat lantaran tak laku.

Kondisi itu di ungkapkan salah satu agen sayur di Kelurahan Pasar Liwa, Robin (33), dirinya terpaksa membuang hasil produksi tani, tanaman tomat diantaranya, lantaran tidak laku di pasaran.

“Udah wajar hal tersebut di kalangan para agen saat hasil panen melimpah dan kami pun terpaksa menampung seluruh hasil panen dari para petani dan terjadi penumpukan,”kata dia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat penumpukan sayur tersebut menurut Robin, para agen di Lambar pun kewalahan dalam memasarkan hasil pertanian, sementara permintaan pasar lebih sedikit bila dibandingkan dengan pasokan yang ada.

“Sehingga barang yang belum laku ditahan dahulu, ini yang menyebabkan barang digudang menumpuk sehingga membusuk, sehingga mau tidak mau iya harus dibuang,”jelasnya.

Masih kata Robin, dengan kondisi tersebut dirinya tetap berupaya membeli hasil pertanian dengan harga murah ditengah melimpahnya hasil panen, itu dilakukan lantaran demi menjaga kepercayaan dari para petani terhadap agen sayur.

Baca Juga:  Rapat Exit Meeting BPK RI Dalam Rangka Pemeriksaan Penyaluran BLT DD Tahun Anggaran 2020 Sampai Dengan Semester I Tahun 2021

“Kepercayaan petani yang kita jaga, karena ketika harga turun dan kita membatasi ataupun tidak mau membelinya maka saat harga sayuran mahal para petani tidak mau lagi menjual hasil panenan kepada para agen,”bebernya.

“Dan bila harga sayur naik lah sebenarnya keuntungan bagi para agen,”sambungnya.

Sementara itu, pembuangan tomat busuk pun kata Robin, dilakukan lantaran tidak dapat lagi bernilai ekonomis dan mengungkapkan adanya faktor suplai barang dari luar daerah misalnya Medan, Jawa, dan lainnya. “Padahal stok di Lampung masih melimpah, khusunya di Lambar, sementara Lambar salah satu sentra penghasil sayuran,”imbuhnya.

Dirinya pun berharap, dengan peristiwa tersebut agar pemerintah setempat hadir memberi solusi berupa kebijakan yang melindungi para agen sayur dan petani.

“Seperti misalnya, ketika stok melimpah, daerah lain tidak diperbolehkan menyuplai, kecuali bila kekurangan maka suplai dari daerah lain diperkenankan, itulah suka duka dan dilema para Agen,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

156 KPM di Tiyuh Pagar Dewa Suka Mulya Terima Bantuan Pangan
211 KPM di Tiyuh Cahyou Randu Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
Bravo Satres Narkoba polres pesawaran Berhasil Ungkap pengedar Narkoba Berikut BB 7,76 gram sabu
Inspektorat Tulangbawang Bakal Panggil Kepsek SDN 01 Kibang Pacing Jaya, Dugaan Pengadaan Meubelair Rp1,4 Miliar Jadi Sorotan
Dipanggil Dinas Pendidikan, Kepsek SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot Soal Dugaan Meubelair Bermasalah
“Satu Senti Pun Kami Tak Mundur” Warga Bakung Udik Lawan Klaim TNI AU
Lahan Dipatok, Warga Bakungudik Resah: Tuntut Kepastian Status Tanah dari Pemerintah”
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:48 WIB

156 KPM di Tiyuh Pagar Dewa Suka Mulya Terima Bantuan Pangan

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:29 WIB

211 KPM di Tiyuh Cahyou Randu Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:49 WIB

Bravo Satres Narkoba polres pesawaran Berhasil Ungkap pengedar Narkoba Berikut BB 7,76 gram sabu

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:41 WIB

Inspektorat Tulangbawang Bakal Panggil Kepsek SDN 01 Kibang Pacing Jaya, Dugaan Pengadaan Meubelair Rp1,4 Miliar Jadi Sorotan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:45 WIB

Dipanggil Dinas Pendidikan, Kepsek SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot Soal Dugaan Meubelair Bermasalah

Berita Terbaru

Berita

156 KPM di Tiyuh Pagar Dewa Suka Mulya Terima Bantuan Pangan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:48 WIB