Diduga pengecer Kios Jaya Tani Kampung, Cempaka Jaya & Kampung, Tri Makmur Jaya Menjual pupuk Besubsidi Diatas HET 

- Penulis

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

TULANG BAWANG, HARIAN EKSEKUTIF.COM Pupuk Bersubsidi Di Duga Jadi Ajang Bisnis Ilegal Oleh Oknum Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Kampung, Cempaka Jaya dan Kampung, Tri Makmur Jaya kecamatan Menggala Timur kabupaten tulang bawang, Provinsi Lampung, Dikeluhkan Para Kelompok tani Pasalnya, harga pupuk tersebut berada diatas eceran Tertinggi (HET). Selasa, (28/05/2024.

Di Saat Para Petani Menjerit Dengan Di Naikannya Harga Pupuk Bersubsidi Oleh Pemerintah.Justru Sebaliknya Jadi Ajang Bisnis Ilegal Bagi Oknum Pengecer, Kios, Jaya Tani. Demi meraup keuntungan yang Fantastis Tanpa Memperdulikan Nasib Para Petani Yang Kewalahan untuk membeli Pupuk Bersubsidi tersebut.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dimana harga pupuk Besubsidi yang tertera di peraturan menteri pertanian adalah, Untuk urea Rp=2250/kg setara dengan Rp=112500/Sak dan untuk NPK PHONSKA Rp=2300/kg Setara Dengan Rp= 115000/sak. Namun hal yang terjadi Di kios. Jaya Tani” Di Kampung Cempaka Jaya dan Kampung Tri Makmur Jaya, tersebut Berbanding Harga jauh.

Baca Juga:  Asisten Pemerintahan dan Kesra Tubaba, Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan 69 Kepalo Tiyuh

 

Seperti Pengakuan para kelompok tani penanaman padi Kepada Awak Media yang ada di kampung,
Cempaka Jaya dan Kampung, Tri Makmur Jaya itu yang Tidak mau namanya di sebutkan mengatakan Kepada Awak Media, Bahwa Mereka sangat kecewa Penebusan Pupuk Bersubsidi Diatas Harga HET Kami pera petani ingin menjerit, terkait tinggi nya harga pupuk bersubsi dikios. Jaya Tani.

“Kami terpaksa harus menebus pupuk Bersubsidi Dengan Pak Wito denga Harga RP=430,000 ada juga Harga RP=450,000 Per” Kwintal Untuk UREA 50 Kilo dan PHONSKA 50 Kilo dengan harga yang sangat tinggi itu harga yang sangat jauh di atas Harga HET, Kami para kelompok tani harus mengadu pada siapa lagi, karena Percuma saja kami mengikuti peraturan pemerintahan memakai RDKK Tapi kami membeli pupuk nya dibatasi masih dengan harga yang sangat tinggi, ” Tegasnya.
(TIM)

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot
SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan
Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati
Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang
Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru
Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:08 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan

Kamis, 23 April 2026 - 20:07 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Rabu, 22 April 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati

Berita Terbaru