DPRD Provinsi dan Walhi Lampung Serap Aspirasi Nelayan Kuala Teladas Atas Pertambangan Pasir Laut Berkedok Program Gubernur

- Penulis

Rabu, 25 Agustus 2021 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa (doc HE)

i

Foto : Istimewa (doc HE)

TULANGBAWANG, harianeksekutif.com – Gejolak penolatak masyarakat Kuala Teladas  kecamtan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang atas program Gubernur Lampung melalui Dinas Perhubungan Provinsi yang dikerjakan pihak PT. Sienar Tri Tunggal Perkasa (PT STTP).

Masyarakat yang menolak adanya pertambangan pasir laut berkedok program pendalaman alur laut oleh PT STTP anggota DPRD Provinsi Lampung ketua komisi II Wahrul Fausi Silalahi serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung Irfan Tri Musri turun langsung berserta rombongan langsung bertemu dengan masyarakat setempat, Selasa (24/8/2021).

Wahrul Fausi Silalahi didampingi Irfan Tri Musri langsung bertemu dengan masyarakat kampung Kuala Taladas serta menyerap aspirasi, dan menuju lokasi titik koordinat yang akan dilaksankan pendalaman alur laut sungai Tulang Bawang oleh pihak PT STTP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wahrul Fausi Silalahi menjelaskan, bahwa tujuan kita datang yang pertama silaturahmi dengan masyarakat setempat bersama Walhi Lampung.

“ya tadi kita sudah berdiskusi dan berkomunikasi antara masyarakat nelayan kampung Kuala Teladas serta sudah kelapangan dimana titik lokasi koordinat, semuanya akan kita pelajari lagi dan kita serap semua aspirasi dari nelayan” kata Wahrul kepada media.

Kita datang kesini karena ada pengaduan dari pihak Walhi Lampung, langkah yang akan kita lakukan nanti kita pelajari demi kebaikan kita bersama, cetusnya.

Salah satu perwakilan masyarakat kampung Kuala Teladas saat diwawancara media menyampaiķan aspirasinya kepala anggota DPRD Provinsi dan Walhi Lampung.

Baca Juga:  Sertu Rafinel Berikan Antisipatif Kepada Masyarakat Dengan 5 M

Kardi, “masyarskat kampung Kuala Teladas tidak pernah meminta agar muara laut sungai Tulang Bawang dilakukan pendalaman alur serta tidak adanya sosialisasi antara masyarakat” jelasnya kepada media.

Dari perizinan Amdal nya sudah tidak sesuai dengan titik koordinat, dimana titik koordinat sesungguh nya mulai dari ujung kampung Teladas sampai kampung Kuala Teladas. Ternyata realisasinya dari kampung Kuala Teladas menuju arah ke laut, jadi masyarakat daerah sini sangatlah dirugikan dari segi ekonomi, lingkungan dan sosial.

Artinya jika dari segi ekonomi, wilayah yang dilakukan pendalaman alur laut sungai Tulang Bawang menurut nelayan wilayah tempat tangkapan para nelayan, kemudian gosong yang diyakini para nelayan sebagai pemecah ombak laut dan penahan arus. Seperti yang masyarakat ketahui bahwa disitu adalah tempat habitat berkembang nya ekosistem yang ada disitu. Seperti kita ketahui bahwa rajung di Lampung diperoleh dari Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Tulang Bawang lebih tepatnya Kampung Kuala Teladas, ucapnya.

Masih sambungnya Kardi, jika dari segi lingkungan bisa meningkatkan abrasi pesisir pantai dan erosi pantai, kualitas lingkungan, pencemaran pantai, kualitas air laut semakin keruh, semakin tingginya gelombang atau ombak menerjang bibir pantai.

Untuk dampak sosial, terjadinya pergesekan antara pro pertambangan pasir dengan masyarakat, pada intinya masyarskat disini menginginkan agar segera perusahaan PT STTP diberhentikan. (Fer)

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot
SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan
Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati
Kepsek SDN 1 Astra Ksetra Bantah Pemberhentian Guru Honorer, Fakta di Lapangan Justru Bertolak Belakang
Dianggap Sepihak, 3 Guru Honorer SDN 01 Astra Ksetra Diberhentikan—Muncul Dugaan “Titipan” Guru Baru
Diduga Salah Prioritas, Kepala SDN 1 Suka Bhakti Bangun Taman dan Podium Saat Plafon Kelas Nyaris Ambruk
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:08 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Meubelair di SDN 01 Kibang Pacing Jaya Disorot

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

SLB Negeri Tulang Bawang Barat Cetak Prestasi dan Terus Berbenah Tingkatkan Layanan Pendidikan

Kamis, 23 April 2026 - 20:07 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar!”

Kamis, 23 April 2026 - 17:16 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Rabu, 22 April 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional Dilantik di Tulang Bawang, Ini Pesan Bupati

Berita Terbaru