Kuasa Hukum Sebut Saksi Tidak Singkron,NS Tolak Hasil Kesaksian di Sidang Perkara Dugaan Korupsi DAK

- Penulis

Minggu, 25 Juli 2021 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

i

Foto : Istimewa

Lampung – Sidang perkara dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Tulang Bawang tahun 2019 yang sempat tertunda karena ada salah seorang hakim yang mengadili sakit, akhirnya kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, hari Jumat, 23 Juli 2021.

Sidang yang digelar kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan lima orang saksi yakni Revi, Wibowo W (suami Revi), Helmi, Hendri, dan Alius.

Terdapat perbedaan keterangan yang disampaikan oleh saksi Revi dengan suaminya (Wibowo) saat berlangsungnya sidang sehingga terdapat kejanggalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Revi, uang yang diberikan oleh Guntur, ia hitung secara bersama-sama dengan suaminya (Wibowo). Namun menurut Wibowo, ia tidak pernah melihat uang tersebut apalagi menghitungnya.

Sehingga penasehat hukum GAN sempat bertanya kepada saksi Wibowo, dari mana tahunya kalau yang diserahkan oleh saudara Guntur itu adalah uang. Saksi Wibowo menjawab bahwa dia tahu itu berisi uang dari istrinya (Revi).

Salah seorang JPU sempat bertanya kepada saksi Alius, saat pertemuan di kolam renang milik terdakwa NS apakah membicarakan hal-hal lain selain sisihan dana DAK?

Saksi Alius menjawab, bahwa pertemuan di kolam renang hanya membicarakan soal sisihan dana DAK dan memang tidak ada perintah terdakwa NS (yang saat itu menjabat Kadis) soal setoran 12,5 persen.

Mendengar hal tersebut, penasehat hukum NS mengingatkan saksi Alius bahwa fakta persidangan sebelumnya yang menghadirkan lima orang saksi yakni saksi Suradi, Sumito, Ngatno, M. Sidik, dan Ahmad Sidik, yang ikut bersilaturahmi ke kolam renang mengatakan bahwa ditempat tersebut hanya membicarakan soal rencana gerakan ayo belajar subuh, sekolah hijau dan lomba cerdas cermat.

Baca Juga:  Kelompok Tani kampung Penawar Baru Menjerit Penebusan Pupuk Bersubsidi Dibatasi Harga pupuk Melebihi HET

Saksi Alius membenarkan apa yang disampaikan oleh lima orang saksi pada sidang sebelumnya dan di kolam renang itu tidak ada perintah Kadis  soal pungutan 12,5 persen.

Dalam sidang ini saksi Helmi dan Hendri, mengatakan bahwa mereka berdua selalu bersama dalam hal pungutan dana DAK.

Tetapi saat ditanya oleh Hakim apakah dalam melakukan pungutan dana DAK tersebut para saksi dibekali dengan SPPD, dan surat tugas (perjalana dinas) atau perintah tertulis. Saksi Helmi dan Hendri kompak menjawab ‘tidak, Pak Hakim’.

Didalam keterangan yang disampaikan oleh saksi Revi, Hendri, dan Helmi, bahwa pada awal Desember 2019 mereka bertiga dipanggil keruangan kerja terdakwa NS (yang saat itu menjabat sebagai Kadis) dan diperintah untuk membantu saudar Guntur dalam hal pungutan dana DAK.

Ketika dikonfrontir oleh majels hakim, semua keterangan tersebut dibantah oleh terdakwa NS dan mengatakan bahwa ia tidak pernah memanggil mereka (Revi, Hendri, dan Helmi) apalagi memerintahkan untuk pengutan dana DAK.

Yang dikatakan oleh para saksi (Revi, Hendri dan Helim) ini sepenuhnya saya tolak dan bantah,” ucap terdakwa NS.

Menurutnya, pada awal bulan Desember 2019 tersebut ia sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bumi Waras.

Sedangkan pada tanggal 4 Desember 2019, lanjut terdakwa NS, dirinya dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta, karena melakukan operasi pemasangan ring yang membutuhkan waktu pemulihan/istirahat yang cukup.

Semua bukti-bukti yang saya ucapkan ini ada pada penasehat hukum saya,” katanya.(MGG)

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel p47riot.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Minta Bebaskan Maryani Korban Kriminalisasi Oknum Jaksa Kabupaten Tulang Bawang 
Calon Ketum HIPMI Ade Jona Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Masjid Jami At-Taqwa Kahuripan Jaya
20 KPM Terima BLT Dana Desa 2026, Kepala Kampung Kagungan Rahayu Harap Bantuan Dimanfaatkan dengan Baik
Farris Andy Kantona Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo Reformasi Badan Gizi Nasional
Kepalo Tiyuh Gunawan Bujung Turun Langsung Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga
156 KPM di Tiyuh Pagar Dewa Suka Mulya Terima Bantuan Pangan
211 KPM di Tiyuh Cahyou Randu Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
Inspektorat Tulangbawang Bakal Panggil Kepsek SDN 01 Kibang Pacing Jaya, Dugaan Pengadaan Meubelair Rp1,4 Miliar Jadi Sorotan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Minta Bebaskan Maryani Korban Kriminalisasi Oknum Jaksa Kabupaten Tulang Bawang 

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:13 WIB

Calon Ketum HIPMI Ade Jona Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Masjid Jami At-Taqwa Kahuripan Jaya

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WIB

20 KPM Terima BLT Dana Desa 2026, Kepala Kampung Kagungan Rahayu Harap Bantuan Dimanfaatkan dengan Baik

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:01 WIB

Farris Andy Kantona Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo Reformasi Badan Gizi Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:48 WIB

Kepalo Tiyuh Gunawan Bujung Turun Langsung Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga

Berita Terbaru

Uncategorized

Control Resonant Compressed Repack .torrent

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:12 WIB

Uncategorized

MS Office 365 32 bit direct Link single Language

Kamis, 11 Jun 2026 - 04:03 WIB